Penaklukan bandar sunda kelapa

Bandar Sunda Kelapa sebelum 1527 masih merupakan bandar atau pelabuhan terpenting bagi Kerajaan Sunda Pajajaran, di samping Banten, Pontang, Tangerang, Kerawang, Cimanuk (Indramayu), dan Cirebon. Sekitar 1513 Cirebon dan Cimanuk sudah dimasuki pedagang muslim bahkan mungkin pengaruh kekuasaan Islam sebagaimana diberitakan oleh Tome Pires yang antara tahun-tahun itu mengadakan pelayaran menyusuri pantai utara Jawa (Tome Pires, Suma Oriental, en het Tijdpark van Godsdient-overgang op Java, BKI dl. 108, 1952, hal 132-171).

Bandar Kalapa pada 1522 masih di bawah kekuasaan penuh Kerajaan Sunda Pajajaran. Setelah Cirebon dan Banten, sekitar 1525 berada di bawah kekuasaan Faletehan, tahun 1527 barulah Bandar Kelapa atau Sunda Kelapa ditaklukkan. Tentu yang ditaklukkan adalah Kerajaan Sunda Pajajaran dan orang-orang Portugis dipimpin Henrique Leme, yang kapalnya terdampar di bandar itu (Hoesein Djajadiningrat, Critiesche Beschouwing van de Sedjarah Banten, 1913). Di tahun penaklukkan itu kemudian Falatehan mengganti nama Bandar Sunda Kelapa menjadi Jayakarta (Pemberitaan penaklukkan Sunda Kelapa oleh Faletehan berdasarkan info orang Portugis, de Barros dalam da Asia, volume VI.I, hal. 87).

Repost dari fb mpo Fitri Eucaliptus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *